Lembaga Penelitian
Dibuat: 2009-06-02 , dengan 1 file(s).
Keywords: KOLOM BALOK, SLOOF EKSTERIOR, RUMAH SEDERHANA
Subject: BANGUNAN RUMAH TINGGAL
Call Number: 694 Pur p c.1
RINGKASAN
Eddy Purwanto, C.Niken DWSBU, 2008 , 53 halaman
Indonesia termasuk salah satu Negara yang sebagian wilayahnya terletak di daerah
gempa yang hebat di dunia. Salah satu bagian struktur yang paling kritis pada saat
dilanda gempa adalah sambungan antara balok dengan kolom. Kegagalan yang terjadi
pada,bagian ini akan mempengaruhi kemampuan struktur tersebut dalam memikul beban
siklik. Oleh karena itu perilaku struktukkral sambungan kolom-balok perlu dikaji.
Dalam penelitian disini dibuat enam buah type sambungan kolom-balok sloof beton
bertulang berukuran 120 mm x 120 mm x 1500 mm untuk kolom dan 120 mm x 150 mm
x 830 mm untuk balok sloof. Balok terbuat dari beton normal dengan kekuatan tekan
K175. Perancangan campuran menggunakan metode ACI. Pembautan, perwatan dan
pengujian benda uji dilakukan berdasarkan standar ASTM.
Pengujian sambungan kolom-balok barn dapat diselesaikan sebanyak 2 buah, hal ini
disebabkan terdapat kerusakan alat baca regangan (data loger), sedangkan untuk mutu
beton mendekati K175. Pengujian sambungan kolom-balok sloof yang sudah
dilaksanakan yaitu type II (( join dengan tulangan silang dengan kait W6 dan kolom,
ujung tulangan memanjang pada balok bentuk U) dan type III ( join dengan tulangan
silang tanpa kait W6 dan kolom, ujung tulangan memanjang pada kolom bentuk U). Pada
ujung atas kolom diberi beban tetap sebesar 1 ton, arah beban vertical sedangkan untuk
beban horizontal dilakukan dengan sistim loading – unloading. Dad hash pengujian dua
buah type sambungan dapat disimpulkan :
1. Kemampuan tulangan silang memencarkan energi tergantung pada pengangkeran
ujung kolom dan balok.
2. Tulangan silang dengan ujung balok berbentuk U menunjukkan kemampuan
memencarkan energi sangat baik sebesar 3,33 kali nilai pemencaran energi yang
mampu dilakukan oleh tulangan memanjang kolom berbentuk U
3. Kekuatan kolom dengan detil silang kolom dan balok U dalam menahan gaya
horizontal berulang 720 kg atau 1.15 kali kolom dengan detil silang kolom –
kolom U
4. Rasio drift yang mampu dicapai kolom dengan tulangan silang kolom – balok U
sebesar 0.0234
5. Daktilitas yang mampu dicapai kolom dengan detil silang kolom – balok U
sebesar 3.02
6. Retak yang terjadi pada kolom dengan detai silang kolom – balok U lebih merata
berarti beban disebar lebih merata dengan penyebaran kea rah kolom 50cm.
7. Tipe II memenuhi syarat kehandalan sedangkan tipe III tidak.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
sumber : http://digilib.unila.ac.id/go.php?id=laptunilapp-gdl-res-2009-ireddypurw-1681 |